Bismillah,,,,Alhamdulillah,,,sholatuhu
wasalamuhu,, amma ba’d,,,,yangfa’una bibarokatihim.
Telah menjadi sunnatulloh
bahwa masing-masing dari golongan mahluk ada yang namanya pemimpin dan
ada yang memimpin,ada kepala dan yang mengepalai serta ada ketua dan yang
mengetuai, hal ini supaya pedoman dari sekian banyak kelompok tersebut supaya
tidak saling bertolak belakan antara golongan satu dengan golongan lain,
menjamin pula supaya perselisihan antara pihak-pihak itu cerai berai, saling
terbina kerukunan persaudraan antara
mereka.
Jika golongan tertentu tidak
mempunyai kepala atau yang mengepalai sebagai tempat condong
tunduk atas munculnya perkara yang pelik dan rumit, maka kondisi golongan itu
seperti seseorang yang mengendarai onta liar
yang berhenti di malam gelap gulita , mengalami kebingungan,ia tahu dengan
berhenti itulah kebijakan yang menyelamatkan.
Begitu pula umat,golongan atau
bangsa akan tahu, jika pemimpinya rusak maka rusak pula bangsanya atau kelompoknya.
Karena umat mustahil akan bergerak
tegak berdikari jika tanpa adanya pemimpin yang mengggerakkanya. Dalam
kenyataan ada kalanya suatu kaum atau kelompok jatuh terpeleset,kadang
mengalami ketidak lurusan haluan,kadang
roboh,kadang tersesat dari jalan yang semestinya.
Pemimpin tidaklah menjadi
pemimpin sejati jika tidak memenuhi syarat-syarat menjadi pemimpin.
#Akal yang cerdas
#Ilmu yang cukup
#Kebijakan yang benar
#Menjaga kehormatan diri
#Cerdik
#bersih hatinya
#Perilaku yang baik
#Pemurah
#selalu menebar keilmuan
ditengah-tengah kelompok yang jadi
wilayahnya
#Sanggup menaggung beban
Demikian adalah cirri-ciri
pemimpin yang baik dan yang akan memimpin golonganya, maka jika tidak
mencerminkan kategori sikap di atas tentu
,pihak ini hanyalah mengaku
mengekor ikut-ikutan menjadi pemimpin, yang ujung pangkalnya hanya mencari
status dan kedudukan belaka maka hindarilah.
Jika orang yang ringkih akalnya ,
kemudian memimpin kemudian tidak memiliki syarat mendudukinya walaupun sedikit
saja,maka orang tersebut lupa bahwa kalau seorang pemimpin itu harus menjadi
garda depan mengetuai masyarakat,menjadi juru bahasa masyarakat, maka suatu ketika masyarakat tersebut mengalami
situasi yang sulit, pemimpin harus menjadi benteng masyarakat,menjadi tempat
menghiba jika masyarakat sedang sakit ,menjadi sandaran masyarakat atas perkara
yang penting.
Dalam peradaban islam pernah
dipimpin oleh tokoh yang benar-benar ihklas , dan tokoh yang baik hingga mampu
memperbaiki masyarakat.
Akan tetapi bak timbangan yang
tidak setel ,jika ada pemimpin yang di
angkat dari orang-orang fasik,orang yang rendah perilakunya, sikapnya selalu
mengajak kebodohan dan maksiat,pengiyanat pribadi yang menjadi kekasih syetan.
Maka mengertilah jika masa itu beredar berputar, saat sekarang ini sebuah
golongan yang tercerah (islam) telah bangun dari tidur, sekarang ini umat atau
bangsa tidak rela jika terus menerus hanya
menjadi tawanan para perusak dan penggerak perbudakan.
Bangsa atau umat tidak mau
menetapkan kepemimpinan dan pemimpin kecuali hanya kepada mereka yang bisa
berbuat baik dan selalu menebar keshalihan, yang sanggup membela demi hidupnya
bangsa masyarakat, yang sanggup berpayah diri demi keharmonisan masyarakat. Mereka yang sanggup
menderita asalkan masyarakat menemukan kebahagiaan.
Maka dari itu, pemuda adalah
garda depan kemajuan besertanya ilmu yang mendalam, peganganya adalah pekerti
yang utama, perilakunya tercermin kebaikan, akalnya memancarkan kecerdasan
supaya kelak menjadilah terlahir menjadi pemimpin masa depan masyarakat dan
mempelopori saudara-saudaranya.
Jangan sampai hanya mimpi melamun sebagai pemimpin yang dipengaruhi
oleh tingginya kedudukan sebagai pimpinan, namun sekali lagi sebenarnya tidak
ahli menduduki itu semua itu. Maka hanya akan menghantarkan masyarakat menuju
kerusakan dan kehinaan.
Masyarakat yang tak memiliki
pemimpin tak akan bisa baik kemasyarakatnya, tidak muncul kemuliaan jika orang
bodoh menjadi pemimpin, ibarat rumah tidak akan berdiri tegak jika tidak ada
tiang, begitu pula tiang tidak kokoh jika tidak berpondasi, jika pondasi dan tiang itu berpadu ,
masyarakat akan bisa mencapai cita-cita mereka.
Alhamdulillah ,,,selesai
tentang…” pemimpin dan kepemimpinan” ,,,,OYOTKALI.COM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar