Rabu, 23 Maret 2016

AL GHALAYANI : PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN



Bismillah,,,,Alhamdulillah,,,sholatuhu wasalamuhu,, amma ba’d,,,,yangfa’una bibarokatihim.
Telah menjadi sunnatulloh bahwa  masing-masing dari  golongan mahluk ada yang namanya pemimpin dan ada yang memimpin,ada kepala dan yang mengepalai serta ada ketua dan yang mengetuai, hal ini supaya pedoman dari sekian banyak kelompok tersebut supaya tidak saling bertolak belakan antara golongan satu dengan golongan lain, menjamin pula supaya perselisihan antara pihak-pihak itu cerai berai, saling terbina kerukunan persaudraan  antara mereka.
Jika golongan tertentu tidak mempunyai  kepala  atau yang mengepalai sebagai tempat condong tunduk atas  munculnya perkara yang  pelik dan rumit, maka kondisi golongan itu seperti  seseorang yang mengendarai onta liar yang berhenti di malam gelap gulita , mengalami kebingungan,ia tahu dengan berhenti itulah kebijakan yang menyelamatkan.
Begitu pula umat,golongan atau bangsa akan tahu, jika pemimpinya rusak maka rusak pula bangsanya atau kelompoknya.
Karena umat mustahil  akan bergerak  tegak berdikari  jika tanpa  adanya pemimpin yang mengggerakkanya. Dalam kenyataan ada kalanya suatu kaum atau kelompok jatuh terpeleset,kadang mengalami ketidak lurusan haluan,kadang  roboh,kadang tersesat dari jalan yang semestinya.
Pemimpin tidaklah menjadi pemimpin sejati jika tidak memenuhi syarat-syarat menjadi pemimpin.
#Akal yang cerdas
#Ilmu yang cukup
#Kebijakan yang benar
#Menjaga kehormatan diri
#Cerdik
#bersih hatinya
#Perilaku yang baik
#Pemurah
#selalu menebar keilmuan ditengah-tengah  kelompok yang jadi wilayahnya
#Sanggup menaggung beban
Demikian adalah cirri-ciri pemimpin yang baik dan yang akan memimpin golonganya, maka jika tidak mencerminkan kategori sikap di atas tentu  ,pihak  ini hanyalah mengaku mengekor ikut-ikutan menjadi pemimpin, yang ujung pangkalnya hanya mencari status dan kedudukan belaka maka hindarilah.
Jika orang yang ringkih akalnya , kemudian memimpin kemudian tidak memiliki syarat mendudukinya walaupun sedikit saja,maka orang tersebut lupa bahwa kalau seorang pemimpin itu harus menjadi garda depan mengetuai masyarakat,menjadi juru bahasa masyarakat,  maka suatu ketika masyarakat tersebut mengalami situasi yang sulit, pemimpin harus menjadi benteng masyarakat,menjadi tempat menghiba jika masyarakat sedang sakit ,menjadi sandaran masyarakat atas perkara yang penting.
Dalam peradaban islam pernah dipimpin oleh tokoh yang benar-benar ihklas , dan tokoh yang baik hingga mampu memperbaiki masyarakat.
Akan tetapi bak timbangan yang tidak setel ,jika  ada pemimpin yang di angkat dari orang-orang fasik,orang yang rendah perilakunya, sikapnya selalu mengajak kebodohan dan maksiat,pengiyanat pribadi yang menjadi kekasih syetan. Maka mengertilah jika masa itu beredar berputar, saat sekarang ini sebuah golongan yang tercerah (islam) telah bangun dari tidur, sekarang ini umat atau bangsa tidak rela  jika terus menerus hanya menjadi tawanan para perusak dan penggerak perbudakan.
Bangsa atau umat tidak mau menetapkan kepemimpinan dan pemimpin kecuali hanya kepada mereka yang bisa berbuat baik dan selalu menebar keshalihan, yang sanggup membela demi hidupnya bangsa masyarakat, yang sanggup berpayah diri demi  keharmonisan masyarakat. Mereka yang sanggup menderita asalkan masyarakat menemukan kebahagiaan.
Maka dari itu, pemuda adalah garda depan kemajuan besertanya ilmu yang mendalam, peganganya adalah pekerti yang utama, perilakunya tercermin kebaikan, akalnya memancarkan kecerdasan supaya kelak menjadilah terlahir menjadi pemimpin masa depan masyarakat dan mempelopori saudara-saudaranya.
Jangan sampai hanya mimpi  melamun sebagai pemimpin yang dipengaruhi oleh tingginya kedudukan sebagai pimpinan, namun sekali lagi sebenarnya tidak ahli menduduki itu semua itu. Maka hanya akan menghantarkan masyarakat menuju kerusakan dan kehinaan.
Masyarakat yang tak memiliki pemimpin tak akan bisa baik kemasyarakatnya, tidak muncul kemuliaan jika orang bodoh menjadi pemimpin, ibarat rumah tidak akan berdiri tegak jika tidak ada tiang, begitu pula tiang tidak kokoh jika tidak berpondasi,  jika pondasi dan tiang itu berpadu , masyarakat akan bisa mencapai cita-cita mereka.

Alhamdulillah ,,,selesai tentang…” pemimpin dan kepemimpinan” ,,,,OYOTKALI.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar